Categories
Tekno

MatahariMall.com Siap Menjadi E-Commerce Terbesar di Indonesia

Dunia E-Commerce di Indonesia yang sedang terus bertumbuh dan semakin mudahnya masyarakat Indonesia mengakses Internet merupakan momen yang pas bagi Grup Lippo memperkenalkan E-Commerce mereka, yaitu MatahariMall. com. Peluncuran MatahariMall.com ini berlangsung pada tanggal 25 Februari 2015 di The Hermitage, Menteng, Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Lippo mengalokasikan dana sekitar US$ 500 juta untuk menjadikan E-Commerce mereka menjadi yang terbesar di Indonesia. Total dana investasi ini diharapkan dapat menciptakan sekitar US$ 1 miliar penjualan dalam kurun waktu 2-3 tahun. Dengan angka-angka seperti itu, tentu saja Grup Lippo ingin menjadikan MatahariMall.com sebagai Alibaba-nya Indonesia.

Dengan adanya bisnis tambahan dari E-Commerce ini, mereka mengharapkan konsumen retail produk-produk Grup Lippo bisa membelanjakan sekitar US$ 25 miliar dalam kurun waktu lima tahun, dan 20 persen diantaranya didapat dari sistem online. ” Online Commerce memiliki peluang sekitar US$ 100 miliar. Oleh sebab itu, MatahariMall.com bisa menjadi e-Commerce terbesar di Indonesia,” ujar John Riady, mewakili grup Lippo. Bisnis online ini juga mendapat sambutan yang positif dari retail offline. “Pasar online retail akan tumbuh 10 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Bersama dengan matahariMall. co, kami berkomitmen untuk membuat pasar masa depan dan akan didukung 100 persen oleh para partner dan suplier setia kami,” ujar Mr. Michael Remsen, CEO Matahai Departmen Store. MatahariMall sendiri akan menawarkan berbagai barang dengan harga yang bersaing. Mulai dari kebutuhan rumah, elektronik, buku, groceries, fashion, hingga entertainment akan ditawarkan dalam bisnis online kepunyaan Grup Lippo ini.

Categories
Home

INovASI tEkNologI cAt

Mengingat Indonesia sebagai negara tropis, memilih cat eksterior tentu harus mempertimbangkan faktor cuaca yang cukup ekstrem. Curah hujan yang tinggi, kemudian disusul oleh teriknya matahari, merupakan kondisi yang dialami bangunan hunian Anda sehari-hari. Karena itulah beberapa produsen cat mengeluarkan inovasi terbaru sebagai solusi eksterior di iklim tropis. Di antaranya adalah cat akrilik dengan anti-weather technology, sunblock technology. Bahkan juga ada yang membawa sebuah teknologi yang lazim kita temui pada dapur, yakni DuPontâ„¢ Teflon surface protector, ke eksterior rumah. Masalah-masalah yang kerap ditemui pada dinding eksterior, seperti retak rambut juga terjawab dengan teknologi Powerflexx yang ditawarkan Dulux, dengan memanfaatkan daya renggang lateks.

Baca Juga : Jual Genset Jakarta

Dengan teknologi ini, air hujan yang menjadi sumber masalah dinding eksterior tak lagi perlu dikhawatirkan. Beberapa produk cat dinding interior diakui memang juga dapat diterapkan pada eksterior (cat interior-eksterior). Namun tentu ada beberapa keunggulan yang hanya bisa Anda dapatkan pada cat eksterior saja. Contohnya daya tahan tinggi terhadap air dan tampilan baik hingga lebih dari 5 tahun meskipun terus terpapar cuaca, seperti dijelaskan oleh Jon Tan, CEO Nippon Paint Indonesia. Selain inovasi daya tahan terhadap cuaca, saat ini beberapa jenis cat dinding eksterior juga sudah masuk kategori cat yang tintable, yang artinya tipe warna cat dapat divariasikan hingga lebih dari 10.000 warna, salah satunya adalah Nippon Paint. Pembeli dapat membawa sendiri contoh warna yang diinginkan, kemudian dianalisa dengan mesin tinting. Dari mesin tinting lah kemudian ditentukan formula yang tepat untuk mendapatkan jenis warna yang diinginkan

Categories
Tekno

Empat Proyektor Epson Terbaru Siap Menunjang Pekerjaan Anda

Pertengahan bulan Februari 2015 lalu, Epson kembali me-refresh produk proyektornya dengan menghadirkan empat seri terbaru untuk menunjang pekerjaan kantor dan satu seri projector 3D untuk multimedia. Dengan teknologi 3 LCD, semua proyektor tadi sudah siap membantu produktivitas Anda seharihari. Empat proyektor office yang dihadirkan Epson adalah seri EB-1430Wi dengan feature interaktif finger touch, EB-1985Wu dengan feature nirkabel Wireless Display (WiDi) dan resolusi WUXGA, EB-595Wi yang memiliki fungsi interaktif tanpa bantuan PC, dan EB-Z11000 dengan tingkat kecerahan tertinggi yaitu 11,000 lumens. Keempat projector tersebut didesain khusus untuk meningkatkan efisiensi bisnis di kantor dengan proyeksi warna yang luar biasa. Keempat proyektor tersebut memiliki tingkat kecerahan warna yang sangat bagus sehingga dapat menghasilkan kualitas gambar yang mengagumkan. “Kualitas gambar memang selalu menjadi faktor terpenting bagi Epson,” ujar M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia.

“Oleh sebab itu, Epson selalu fokus pada high colour brightness pada jajaran proyektor yang diluncurkan ini sehingga epson bisa memberikan kualitas proyeksi yang terbaik,” tambahnya. Di saat yang bersamaan, Epson juga menghadirkan projektor Home Theater 3D, Epson EH-TW6600. Dengan teknologi panel drive 3D berfrekuensi 480 hertz, EH-TW6600 mampu memproduksi gambar-gambar 3D yang sangat cerah, dengan efek cross-talk yang sangat minimal sehingga tidak akan membuat mata penonton menjadi lelah. Proyektor ini memiliki rasio kontras yang tinggi yaitu 70,000:1 untuk mempertajam video. Sebagai tambahan, model terbaru ini juga dilengkapi feature canggih yaitu teknologi peningkatan resolusi video yaitu Super Resolution.

Categories
Tekno

Android One murah yang bisa WA an dengan WA WEB

Android One murah yang bisa WA an dengan WA WEBAndroid One kini hadir di Indonesia dengan menggandeng tiga vendor lokal, Nexian, Evercoss, dan Mito. Ini adalah proyek ambisius Google untuk menyediakan handset terjangkau namun dengan pengalaman penggunaan yang lebih menyenangkan. Android One dibuat berdasarkan studi pasar di India. Berdasarkan data ini, Android One lantas ditujukan juga untuk negara berkembang lain. Inisiatif ini muncul sebab sering kali para pemanufaktur Android low-end bermasalah dengan pengalaman penggunaan dan kompatibilitas perangkat yang buruk ketika Android meng-update OS-nya. Jadi tak heran jika pemanufaktur lantas tidak menyediakan update untuk perangkat mereka. Alhasil, perangkat low-end ini terjebak di Android versi lama yang tentunya punye performa lebih buruk dan lebih boros daya.

Jadi, Android One ini sebenarnya adalah sebuah “buku panduan” bagi pemanufaktur smartphone Android untuk menghasilkan perangkat low-end dengan performa yang baik. Google-lah yang menentukan ketentuan minimal dari perangkat keras yang dapat dikombinasikan oleh pemanufaktur. Sehingga perangkat yang mereka buat dapat berjalan mulus dan tetap kompatibel dengan update software dari Google. Setidaknya itulah yang dijamin Google dalam website Android One miliknya. Android One, Murah dengan Performa Menawan Tujuannya, agar makin banyak pengguna feature phone yang beralih menggunakan smartphone.

Pengguna feature phone biasanya masih mendominasi kepemilikan ponsel di negara berkembang. Ketentuan minimal yang disebutkan Google, di antaranya layar selebar 4,5 inci dengan resolusi 845 x 480 pixel, dukungan dual-SIM dan FM radio. Sementara untuk prosesor, saat ini kebanyakan perangkat Android One yang beredar menggunakan Mediatek MT6582 1,3 GHz quad-core Cortex A7 CPU dan grafis Mali 400 MP2 GPU. Nantinya, Google juga menyediakan spesifikasi untuk prosesor berbasis Qualcomm bagi perangkat Android One ini. Ini merupakan bagian dari program “The next billion” yang sudah digarap Google sejak 2012. Dengan program ini diharapkan makin banyak masyarakat terhubung dengan Internet. Sehingga, kualitas hidup mereka pun bisa lebih baik. Google telah mengadakan serangkaian uji coba agar Internet lebih mudah diakses oleh mereka yang ada di daerah terpencil, mulai dengan balon udara yang memancarkan wifi (Google Loon), drone, juga satelit. Satu hal krusial yang perlu mereka miliki adalah perangkat untuk mengakses Internet itu sendiri. Nah, smartphone adalah komputer mini yang paling terjangkau saat ini untuk mengakses Internet. Selain menurut beberapa studi, masyarakat negara berkembang (termasuk Indonesia) sebagian besar mengakses Internet lewat perangkat mobile mereka. Jadi, tepatlah jika Google menempatkan Andorid One sebagai salah satu langkah maju dalam proyek “The Next Billion” mereka.

Tiga perangkat Android One yang hadir di Indonesia dibawa vendor lokal dari pemanufaktur smartphone di India, Spice. Punya jeroan serupa, ketiganya dibedakan dengan rancangan di bagian belakang ponsel. Bodi bagian belakang Evercoss, Mito, dan Nexian sama-sama berbalut plastik putih. Namun perbedaan tipis ada di bagian kamera. Evercoss memilih bentuk kotak untuk panel dasar kameranya, sementara Nexian memilih bentuk membulat. Hal serupa juga terjadi di India, negara dimana Android One pertama kali diluncurkan. Tiga pemanufaktur di negara itu, Karbonn, Micromax, dan Spice mengeluarkan perangkat dengan spesifikasi serupa. Mereka sedikit memberi variasi pada kamera bawaan, kapasitas baterai, dan memori yang disediakan. Di Indonesia, ketiga pemanufaktur ini juga memberikan spesifikasi serupa untuk kamera, kapasitas baterai, dan memori internal yang disematkan ke dalam ponsel. Lantas bagaimana kita memilih? Jelilah melihat layanan purnajual terbaik dan tawaran promo dari masing-masing vendor tersebut.