Categories
Tekno

Android One murah yang bisa WA an dengan WA WEB

Android One murah yang bisa WA an dengan WA WEBAndroid One kini hadir di Indonesia dengan menggandeng tiga vendor lokal, Nexian, Evercoss, dan Mito. Ini adalah proyek ambisius Google untuk menyediakan handset terjangkau namun dengan pengalaman penggunaan yang lebih menyenangkan. Android One dibuat berdasarkan studi pasar di India. Berdasarkan data ini, Android One lantas ditujukan juga untuk negara berkembang lain. Inisiatif ini muncul sebab sering kali para pemanufaktur Android low-end bermasalah dengan pengalaman penggunaan dan kompatibilitas perangkat yang buruk ketika Android meng-update OS-nya. Jadi tak heran jika pemanufaktur lantas tidak menyediakan update untuk perangkat mereka. Alhasil, perangkat low-end ini terjebak di Android versi lama yang tentunya punye performa lebih buruk dan lebih boros daya.

Jadi, Android One ini sebenarnya adalah sebuah “buku panduan” bagi pemanufaktur smartphone Android untuk menghasilkan perangkat low-end dengan performa yang baik. Google-lah yang menentukan ketentuan minimal dari perangkat keras yang dapat dikombinasikan oleh pemanufaktur. Sehingga perangkat yang mereka buat dapat berjalan mulus dan tetap kompatibel dengan update software dari Google. Setidaknya itulah yang dijamin Google dalam website Android One miliknya. Android One, Murah dengan Performa Menawan Tujuannya, agar makin banyak pengguna feature phone yang beralih menggunakan smartphone.

Pengguna feature phone biasanya masih mendominasi kepemilikan ponsel di negara berkembang. Ketentuan minimal yang disebutkan Google, di antaranya layar selebar 4,5 inci dengan resolusi 845 x 480 pixel, dukungan dual-SIM dan FM radio. Sementara untuk prosesor, saat ini kebanyakan perangkat Android One yang beredar menggunakan Mediatek MT6582 1,3 GHz quad-core Cortex A7 CPU dan grafis Mali 400 MP2 GPU. Nantinya, Google juga menyediakan spesifikasi untuk prosesor berbasis Qualcomm bagi perangkat Android One ini. Ini merupakan bagian dari program “The next billion” yang sudah digarap Google sejak 2012. Dengan program ini diharapkan makin banyak masyarakat terhubung dengan Internet. Sehingga, kualitas hidup mereka pun bisa lebih baik. Google telah mengadakan serangkaian uji coba agar Internet lebih mudah diakses oleh mereka yang ada di daerah terpencil, mulai dengan balon udara yang memancarkan wifi (Google Loon), drone, juga satelit. Satu hal krusial yang perlu mereka miliki adalah perangkat untuk mengakses Internet itu sendiri. Nah, smartphone adalah komputer mini yang paling terjangkau saat ini untuk mengakses Internet. Selain menurut beberapa studi, masyarakat negara berkembang (termasuk Indonesia) sebagian besar mengakses Internet lewat perangkat mobile mereka. Jadi, tepatlah jika Google menempatkan Andorid One sebagai salah satu langkah maju dalam proyek “The Next Billion” mereka.

Tiga perangkat Android One yang hadir di Indonesia dibawa vendor lokal dari pemanufaktur smartphone di India, Spice. Punya jeroan serupa, ketiganya dibedakan dengan rancangan di bagian belakang ponsel. Bodi bagian belakang Evercoss, Mito, dan Nexian sama-sama berbalut plastik putih. Namun perbedaan tipis ada di bagian kamera. Evercoss memilih bentuk kotak untuk panel dasar kameranya, sementara Nexian memilih bentuk membulat. Hal serupa juga terjadi di India, negara dimana Android One pertama kali diluncurkan. Tiga pemanufaktur di negara itu, Karbonn, Micromax, dan Spice mengeluarkan perangkat dengan spesifikasi serupa. Mereka sedikit memberi variasi pada kamera bawaan, kapasitas baterai, dan memori yang disediakan. Di Indonesia, ketiga pemanufaktur ini juga memberikan spesifikasi serupa untuk kamera, kapasitas baterai, dan memori internal yang disematkan ke dalam ponsel. Lantas bagaimana kita memilih? Jelilah melihat layanan purnajual terbaik dan tawaran promo dari masing-masing vendor tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *