Categories
Otomotif

MOTIVASI GANDA MAX VERSTAPPEN

F1 putaran 9 di sirkuit Red Bull Ring, Austria (30/6) menjadi akhir dominasi Mercedes AMG Petronas Motorsport. Max Verstappen (Aston Martin Red Bull Racing) berhasil meruntuhkan tirani tim pabrikan Mercedes itu dalam rentetan kemenangannya. Verstappen baru ‘panas’ di sisa lima lap terakhir saat ia dan RB15 mulai menemukan ritme balap yang tepat dan juga mencatatkan fastest lap. Padahal mobilnya sempat bermasalah dan membuatnya merosot ke posisi tujuh. “Setelah melakukan pit stop saya mematuhi semua perintah strategi tim, sampai akhirnya bisa mendahului Valtteri Vottas (Mercedes AMG Petronas Motorsport) dan mulai menghitung jarak dengan Charles Leclerc (Scuderia Ferrari F1 Team),” kata Verstappen. “Race pace saya masih tinggi, akhirnya Leclerc tersusul dan di sisa tiga lap saya pertaruhkan untuk bisa meraih posisi pertama. Saya minta maaf atas insiden yang terjadi. Kami sedang sama kuat dan sama-sama ingin menang musim ini, itu sebuah kecelakaan,” sambungnya. Saat mendahului dari sisi dalam tikungan tiga, ada singgungan antara RB15 Verstappen dan SF90 Leclerc. Keagresifan Verstappen berasal dari dua motivasi, banyak penggemar dari Belanda, negara asal Verstappen yang datang ke Austria untuk menonton balap.

Dan yang kedua adalah memberikan kemenangan bagi Red Bull di sirkuit milik mereka. Namun, atas keagresifannya itu, race director pun menginvestigasi insiden itu sampai akhirnya diputuskan kalau itu hanya insiden biasa dan Verstappen tetap resmi sebagai pemenang. Padahal, keputusan insiden yang bisa saja menggagalkan kemenangan Verstappen jelas akan menguntungkan Ferrari. Tapi Leclerc justru menerimanya dengan bijaksana keputusan tersebut. “Saya punya ritme yang bagus tapi tidak bisa memaksa saat balapan hampir selesai. Dia (Verstappen) menyusul saya dan langsung meninggalkan. Insiden itu normal, saya lebih lambat. Senang bisa memimpin jalannya lomba selama lebih dari 60 lap,” kata Leclerc.

ANDALKAN KESEIMBANGAN

Pembalap asal Monako itu pun masih optimis bisa merengkuh kemenangan pertamanya dan juga kemenangan untuk Ferrari musim ini. Keseimbangan SF90 sudah jauh lebih baik, terbukti mobil miliknya tidak terjatuh atau terlempar di tikungan tiga. Sebab di sesi latihan bebas, banyak pembalap yang terhempas di tikungan tersebut, termasuk Verstappen. Pembalap Scuderia Ferrari lainnya, Sebastian Vettel dan Valtteri Bottas pun ikut ‘nyender’ di run safe tikungan tersebut. Mereka tidak bisa menemukan titik non-aktifkan DRS dan pengereman yang tepat, sehingga selalu ‘bablas’ di titik yang sama. Nah, Vettel pun mencontek apa yang dilakukan Leclerc, sehingga meski start dari posisi 10, Vettel bisa finish di posisi ke-4. Hal ini yang tidak ditemukan kubu Mercedes, pembalap utamanya, Lewis Hamilton mengalami masalah keseimbangan pada sayap depan.

Ini yang membuatnya harus kembali lagi ke pit dan mengganti sayap depan yang dinilai lebih sesuai. “Angin yang dihantarkan dari sayap depan juga tidak tersalurkan dengan baik ke ruang mesin. Ini membuat mesin jadi overheat. Kestabilannya pun berkurang kali ini, sangat menyesal tidak bisa meraih kemenangan di Austria dan harus lebih kuat di Silverstone (Inggris) nanti,” tutur Hamilton. Hamilton yang finish di posisi kelima kini masih perkasa di puncak klasemen sementara dengan 197 point dan rekan setimnya di peringkat kedua dengan selisih 31 angka. Mengetat di peringkat ketiga dan keempat ada Verstappen dan Vettel. Kedua pembalap ini hanya terpaut tiga angka dan kini giliran Verstappen yang naik ke peringkat ketiga. •