Categories
Uncategorized

KERISAUAN SANG PENCETUS PERESTROIKA

”Mereka bilang, tanpa Gorbachev, mereka mungkin sekali bakal tetap jadi pengusaha kecil, atau penjahat yang berjualan barang-barang terlarang,” ujar Alexei Venediktov, sahabat Gorbachev dan Pemimpin Redaksi Radio Echo of Moscow, media utama bagi kaum liberal di Rusia. ”Mereka bilang, ’Kini kami pemilik semua ini berkat Gorbachev! Tak (usah bayar) sepeser pun!’” Bagi sebagian kalangan di wilayah bekas Uni Soviet, Gorbachev memang dihormati.

Dia dianggap penyelamat. Di Rusia pun ada yang memujinya sebagai orang yang memperkenalkan perestroika atau restrukturisasi dan glasnost atau keterbukaan, yang kemudian, pada 1991, merontokkan sistem komunis paling represif di dunia. Dia dianggap sebagai pemimpin yang membuka jalan, meski raguragu, bagi kebebasan berbicara, bisnis swasta, dan pembukaan perbatasan. Sebagian yang lain, seperti kata Dmitri Muratov, Pemimpin Redaksi Novaya Gazeta, kepada The New York Times, ”Muak kepadanya karena membuka kebebasan.

” Koran Novaya Gazeta merupakan satu dari sedikit media independen yang ada di Rusia yang 10 persen sahamnya dimiliki oleh Gorbachev. Sebagian besar pembenci itu memandang Gorbachev sebagai penanggung jawab runtuhnya Uni Soviet; sebagai akibatnya, mereka merasa jadi warga dari sebuah negara kelas dua. Ada yang menganggapnya sebagai penjahat. Tak sedikit di antara mereka ini yang tergolong figur publik, termasuk seorang sejawat Presiden Vladimir Putin.

Secara teratur sebagian di antara mereka mendesak agar mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet itu diadili. Menurut Venediktov, masyarakat umumnya memandang Gorbachev sebagai figur ”anti-Putin”. ”Putin adalah pembangun dan dia adalah penghancur,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa penilaian seperti ini tak adil.

Gorbachev, menurut laporan The New York Times dua pekan lalu, menganggap biasa perbedaan-perbedaan pandangan mengenai dirinya. ”Ini kebebasan berpendapat,” katanya. Yang membuat Gorbachev risau adalah kecenderungan di tingkat resmi untuk mendiskreditkan demokrasi, yang disertai ide bahwa dia harus diadili.

Tak mau berdiam diri, dia menumpahkan pendiriannya dalam artikel, esai, dan buku tentang perlunya meningkatkan kebebasan di Rusia. Karya mutakhirnya, dalam bahasa Inggris diberi judul The New Russia, akhir Mei lalu diterbitkan di Amerika Serikat. Rusia di bawah kepemimpinan Putin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *